Thursday, February 23, 2017

#my DIYstories Volume 19: Mempercantik Hiasan Rumah Yang telah Usang


Pada hari minggu lalu saya pulang ke rumah mama di Cilandak, niatnya sih mau ambil barang-barang yang tertinggal di rumah sana sekaligus kangen mau ketemu mama papa. Setelah Makan siang bersama keluarga, saya langsung menuju gudang rumah, dan disitu saya menemukan sesuatu yang unik tapi dilupakan :( saya menemukan sebuah hiasan berbentuk kuda yang telah usang. Hiasan kuda ini sudah ada dirumah saya sejak saya masih di sekolah dasar (umurnya hampir sama dengan umur saya hehe). Lalu tanpa pikir panjang saya bawa pulang hiasan kuda ke rumah BSD. 

Kali ini saya akan me-make over hiasan kuda yang telah usang ini, supaya jadi terlihat menarik lagi seperti dulu, dan dalam proses make over ini saya ga perlu mengeluarkan banyak uang loh. Yuk disimak #myDIYstories kali ini. 

Alat dan Bahan

  • Objek yang akan dilukis, kali ini objek saya Hiasan Kuda
  • Pallet
  • Kuas
  • Cat Acrylic (kalau bisa warna premier)

Langsung aja ikutin yuk cara-cara nya:


 1. Warnai dengan cat acrylic warna putih keseluruhan badan objek

 2. Seperti ini hasilnya jika sudah dicat putih 

 3. lalu warnai kulit kuda dengan warna pink (sesuai selera)

 4. lalu warnai (sessuai selera) detail-detail bagian objek

5. Beri sedikit goresan zig-zag agar tampil cantik

 6. Lanjutkan dengan mewarnai dengan warna (sesuai selera) 
saya lebih suka warna pastel :)



 7. Jika sudah seperti ini hasilnya, tunggu hingga kering

8. Beri warna Detail badan object

9. Ini dia hasilnya, jadi terlihat lebih menarik bukan?

Ga nyesel deh bawa pulang barang antik dari rumah, dan hasilnya jadi lebih menarik dan lucu. Kaya hiasan barang bukan? Dan saya ga perlu biaya hingga ratusan ribu untuk mendapatkan hiasan baru dirumah, cukup dengan cat acrylic dan semuanya bisa diatasi hehe :D



Kalau ada barang-barang atau hiasan dirumah kamu yang sudah usang, jangan dulu dibuang ya, kalian bisa me-make over ulang barang atau hiasan itu, Dan jangan lupa upload ke IG dan tag ke @idekuhandmade lalu beri hashtag #myDIYstories. selamat mencoba :)

Monday, February 20, 2017

#myDIYstories Volume #18: Mempercantik Pot Tanaman Hias


Panggilan kepada ibu-ibu masa kini yang hobbynya selain mengurus keluarga, juga memotret yang lucu-lucu dan MENDEKORASI RUMAH. Hayooo.. siapa yang termasuk dalam "golongan" ini? Tenang-tenang, saya ngga bilang kalau "golongan" ini adalah golongan yang buruk. Justru saya salut sama ibu-ibu jaman sekarang yang kerjanya ngga hanya seputar dapur, tetapi bisa berbagai macam skill termasuk dekor-mendekor rumah sehingga membuat seluruh penghuni rumah jadi tambah betah untuk berada di dalamnya.

 (Iya, saya termasuk juga :D )

Buat yang doyan mendekorasi rumah, pastinya sekarang ini juga lagi kegilaan dengan tanaman di dalam rumah (indoor plant). Tanaman dengan perawatan yang tidak begitu ribet tetapi bisa hidup mudah di dalam rumah. Tetapi tetap memerlukan air dan sinar matahari, walaupun kadarnya ngga begitu banyak. 

Tanaman-tanaman tersebut selain cantik juga membuat rumah menjadi semakin teduh. Tentunya dibutuhkan pot yang cantik juga. Kemarin saya sempat pergi ke Ikea untuk mencari pot-pot yang cantik. Harganya lumayan mahal untuk pot yang berukuran sedang sampai besar. Yang sedang dan terbuat dari keramik bisa sekitar Rp. 80.000-an atau lebih. Kebayang kan kalau kita punya banyak tanaman? Berapa banyak pot yang harus kita beli?

Daripada beli pot sampai ratusan ribu, mending uangnya kita pakai untuk yang lebih berguna. Atau, untuk beli tanaman yang lain lagi. Hihihi.. Setuju?

Jangan buang pot hitam seperti ember yang biasanya kita dapatkan langsung dari tukang tanaman pas membeli tanaman. Sekarang saatnya mengubah pot "murahan" kita menjadi pot ala-ala pinterest :p 


Alat dan Bahan

  • Tanaman Hias
  • Pot Tanaman
  • Lem Tembak + isi
  • Tali Daur Ulang
  • Kuas
  • Gunting
  • Pallet
  • Cat Acrylic Putih

Jika kalian sudah menyiapkan alat dan bahan, yuk langsung aja kita buat.

1. Lilitkan tali daur ulang melingkari pot tanaman

2. dan jangan lupa lem dengan lem tembak 

3. Seperti ini jika sudah dililitkan dan ditempel dengan lem tembak 

 4. Lalu cat dengan cat acrylic bagian atas pot tanaman

5. Jadi deh.

Bener kan yang saya bilang tadi? Ngga perlu beli pot mahal-mahal. Sekarang kalian bisa punya pot baru yang murah meriah tetapi tetap kece! Fyi, saya beli tali daur ulang di toko buku seharga Rp.8.000 per bungkus. Dan untuk pot ini saya memerlukan 2 bungkus. Jadi hanya Rp. 16.000 !!!


Kalau kalian sudah membuatnya, boleh loh posting di instagram dengan hashtag #myDIYstories . Selamat mencoba :)


Content: Widya Restami // Photo: Andreas Yesiandaru // Editor: Martha Puri

Monday, February 13, 2017

#KelasAnakAnak


Hai adik-adik dan mama-mama semuanya, khususnya yang bertempat tinggal di BSD, Gading Serpong, Serpong, Bintaro, Pamulang, Alam Sutera dan sekitarnya, sekarang di Ideku Handmade Workshop sudah ada loh kelas reguler untuk anak-anak belajar art dan craft. Siapa saja boleh ikutan, tetapi saat ini kami membuka kelas unyuk anak-anak dari kelas 1 SD sampai dengan 5 SD. 

Kelasnya diadakan tiap hari Kamis jam 3-5 sore. Peserta yang ikut tidak perlu membawa apa-apa karena semuanya disediakan oleh kami. Juga ada snack dan minuman untuk mereka. 

Apa aja sih yang diajarkan?
Kami membuat materi yang berbeda-beda tiap minggunya, seperti contoh:
boneka
syal
3D card
berkebun
tempat pensil
boneka kaos kaki
flower paper
totebag
painting
paperbag
paper craft
hand puppet
dll

Selain materi tersebut di atas, anak-anak juga diajarkan untuk bersosialisasi dengan teman yang lain. Dan semua materi disampaikan seperti saat anak-anak bermain, jadi proses belajar mengajar lebih mengasyikan!

Tunggu apa lagi? Yuk daftar segera ke Whatsapp 0813-1665-0306 (mba Nana). Untuk per visitnya dikenakan biaya Rp 200.000, jika langsung 1 bulan biayanya Rp. 600.000

Ini video dan foto-foto yang telah kami buat dari kelas-kelas sebelumnya. Sampai jumpa di kelas, anak-anak :)

Sunday, February 12, 2017

Wisata Malam di Tempat Sendiri

Wuahahaha :D Jangan dipikir ini wisata malam yang gimana-gimana yah. Sejak saya menikah lalu pindah ke BSD dan memutuskan untuk 'memboyong' Ideku Handmade ke BSD juga, semuanya memang jadi berpusat di workshop ini. Yah sekitar 75% lah. Mulai dari mencari ide, membuat design untuk goody bags dan produk lainnya, sampai ngurusin printilan kerjasama dan kolaborasi bareng dengan brand/ pihak lain. 25%nya kemana? 25% dari usaha ini dilakukan di luar workshop. Tahu kan kalau saya juga dibantu dengan beberapa ibu-ibu rumah tangga yang full-time di rumah, atau yang menjalankan usaha lain seperti membuka warung di rumahnya. Setelah tim Ideku Handmade memola-menggunting lalu dilanjutkan dengan menjahit di rumah ibu-ibu tersebut. 

Yang lalu-lalu workshop Ideku Handmade berupa sebuah kamar kecil, lalu pindah ke rumah petakan dengan ukuran kecil dan saat ini Puji Tuhan sudah di sebuah rumah yang setidaknya cukup nyaman untuk kami semua bekerja :)

Rumah ini hanya difungsikan sebagai tempat bekerja dan juga kelas workshop. Sedangkan malamnya hanya dijaga oleh satpam komplek. Huh, sebenernya sayang kan kalau tidak difungsikan maksimal? Sedangkan saya sudah menyediakan tempat tidur untuk beristirahat. Seandainya saya dan mba Nana masih single, pasti kami dengan sukarela tinggal disini. Ups.

Saya udah beberapa kali merayu Daru untuk tinggal disini. Tapi dia masih enggan dengan alasan sepi. "Allllaahh, bilang aja takut kan lo?" :p Buat teman-teman yang kenal dengan adik saya itu, bantuin ngerayu dong. Biar Daru mau tinggal disini :D huahaha.. 

Karena biasanya kami bekerja hanya sampai jam 6 sore, selebihnya di tempat ini langsung krik krik krik... Makanya saya senang sekali kalau ada yang mau datang mengunjungi untuk sekedar makan malam bersama sambil ngobrol ngalor ngidul. Nah kebetulan waktu itu Martha menghubungi saya, katanya ingin datang ke workshop. Senangnya!

Selesai ngantor, Martha lalu datang menepati janjinya. Karena sudah lama ngga ketemu, jadilah obrolan kami semakin panjang. Martha yang juga kerja di sekitar BSD tentunya senang juga karena bisa main tanpa harus capek nyetir (baca: macet-macetan ke Jakarta :D)

Ini Martha :) Udah ibu-ibu tapi tetep awet muda kayak abg ya.
Kami main-main di lantai atas, ruang tempat saya bekerja. Dari atas pemandangannya lebih enak karena bisa langsung melihat keluar dari jendela besar yang ada di kamar. Seneng deh kalau ada teman yang dateng, terus langsung sibuk foto-foto sama bikin instastories :p Lumayan kan dipromosiin sama teman sendiri.


Flower paper backdrop yang saya bikin itu juga sukses juga bikin tiap yang dateng langsung foto-foto di depannya :D Oia, bisa lihat tutorialnya di youtube channel Ideku Handmade di link ini ya :) Kalau tutorial bikin daunnya bisa dilihat di postingan ini :)

Sepanjang ngobrol ya gitu deh, sambil foto-foto :D ya namanya juga cw-cw berkumpul. Apa lagi sih yang dilakuin? :p Satu tips penting buat kalian yang mau dekor kamar dengan  budget minimalis tapi hasilnya bisa maksimal? Terus bisa buat malam kalian di kamar jadi lebih terasa wah ya dengan menggunakan lampu dekorasi atau yang biasa kita sebut dengan lampu natal. Mau ruangan kaya apa, begitu dihias-hias dengan lampu ini ajaibnya semua akan berubah dramatis. Serius, coba deh.

Sumber: Google

Ada banyak sekali jenis lampu hias ini. Ada yang kecil banget sampai dengan besar seperti bola-bola. Ada yang berbentuk lingkaran, kotak sampai bentuk buah-buahan. Warnanya pun bermacam-macam, dari 1 warna sampai warna gado-gado ada. Kalau pilihan pribadi, saya lebih suka menggunakan lampu kecil dengan 1 warna saja. Yaitu warna natural agak kekuning-kuningan. Saya ngga bisa ngebayangin kalau ruangan saya dihias dengan lampu warna-warni. Kalau malam pasti lebih mirip dengan cafe-diskotik yang ada di tempat hiburan malam :D

Yang perlu diperhatikan lagi adalah panjang dari lampu hias tersebut. Kalau untuk ruangan ya pastinya dibutuhkan lampu yang panjang. Saya biasa membeli di Ace Hardware dan Gramedia. Lampu saya 1 setnya sekitar 10 m dan ujungnya terdapat colokan sambungan listrik. Gunanya untuk menyambungkan 1 set lampu dengan set lampu lainnya. Jadi ngga perlu pusing cari sumber listrik karena hanya berasal dari 1 sumber saja. Kalau punya 10 set ya berarti saya bisa menyambungkan langsung ke 10 set tersebut secara tidak terpisah dan hanya menggunakan 1 aliran sumber listrik. Jadi ngga ribet kan? Kebayang ngga kalau lampunya ngga ada sambungan tambahan? Asli pasti pada mikir, "ummm yg ini dicolokin dimana lagi ya?" *sambil garuk-garuk kepala ngeliatin dinding bagian bawah* hahaha...

Sumber: Google
Kaya gimana sih perubahan ruangan menjadi dramatis itu? Ini buktinya. Jangan lupa langsung dipraktikin di rumah ya!

Ya maklum aja kalau burem, kami pakai timer.

Tuh kan, walau dengan pencahayaan minimal, tapi suasana jadi lebih hangat. Padahal aslinya kalau siang, ruangan saya tuh berantakan. Hayooo.. siapa yang langsung tertarik untuk melakukan hal yang sama? Buruan deh diambil lampu natalnya. Daripada lampunya disimpan aja terus hanya dikeluarkan tiap bulan desember, kan mending dibuat dekorasi kamar dulu. Hihihi... Atau yang belum beli bisa dicari di toko terdekat. Yang aku punya 1 setnya itu kira-kira Rp. 100.000. *Seharusnya sebelum posting ini, aku minta endorse dari perusahaan listrik ya HAHAHA... <-- ada="" b="" baca.="" biar="" brand="" di-bold="" sengaja="" yang="">

Buat yang belum tahu, di bagian bawah workshop ini digunakan untuk tempat produksi dan juga kelas untuk workshop. Sayang sekali waktu sama Martha, kami hanya haha-hihi di atas saja. Jadi ngga ada fotonya. Tapi tenang, saya masih menyimpan foto saya bersama dengan sahabat-sahabat sewaktu kami mengadakan christmas dinner 2 bulan lalu. Kelas yang biasanya kosong melompong, malam itu berubah menjadi tempat romantis! Check this out.


Lampu-lampunya cukup dililitkan di sepanjang tangga, lalu saya teruskan sepanjang rak, laci dan tanaman. Juga saya bikin seperti flag bunting di atas. Pokoknya bebas diletakkan dimana saja asal tetap aman dari hal yang membahayakan seperti terkena air atau dari jangkauan anak-anak.



Benar kan terlihat romantis? Kayanya saya harus mengulangi momen ini lagi bersama Rinto :*

Saya, Oie, Mba Nana, Ingga, Dina, juga duo unyil Abel dan Ecel ngga perlu makan mewah di restoran Perancis. Cukup pesan makanan jadi lalu makan bersama di tempat ini. Ps. kami merindukanmu Bebiy Yonne!

Sekian tips yang cukup sederhana ini, semoga menginspirasi dan membuat kalian menjadi betah di rumah hehehe..Bye bye.