Wednesday, November 22, 2017

myDIYstories Volume 26: Sandal Jepit Naik Kelas

Hahahaha Judulnya gini amat ya :D Biasanya gegayaan banget pake bahasa Inggris, How to make a paper flower, How to make a storage, endesbra endesbre... Sekarang judulnya langsung jelas padat aja pakai bahasa Indonesia . Kece kan :p

Siapa sih yg ngga punya sandal jepit?? Oke, mungkin ada yg menjawab, "aku ngga punya tuh!", tapi setidaknya 80% dari kita punya sandal jepit. Bentuknya yang simpel bikin si sandal jepit seakan-akan jadi penghuni kelas bawah di kalangan persandalan atau persepatuan. Malah kadang cuma dipakai pas lagi jalan becek, hujan, atau banyak situasi yang sekedarnya. Ciann ya.. puk puk puk.

Karena aku sebagai fans sandal jepit garis keras, pengen dong sedikit mengangkat derajat si sandal itu :D Yang biasanya cuma "ya gitu aja" kali ini didandanin dikit jadi cantik. Hanya bermodalkan selembar kain *eh 2 lembar deng kan kanan kiri. Udah gitu aja tambahannya. Ngga pakai susah, ngga pakai ribet.

Langsung yuk bikin, jangan lupa ya kalau udah bikin tag ke IG @idekuhandmade dan kasih hashtag #myDIYstories , kan ai pengen juga liat you orang punya karya *mata blink-blink.

Bahan:

  • Sandal jepit UDAH PASTI YAA
  • 2 lembar kain (usahakan yg tidak tebal) ukuran 100x100 cm, bisa juga memakai scarf yg tidak terpakai
  • udah sekian aja
Serius ini sandal wa buluk amaatttttt

Langkah:
1. Lipat kain menjadi 2 segitiga sama besar



2. Lipat berulang mulai dari ujung segitiga sampai selesai


3. Sisipkan kain yang sudah dilipat di belakang tali tengah sandal & buat sama panjang


4. Silangkan kain menutupi tali depan sandal


5. Ambil kain sebelah kiri untuk melilit tali sandal sebelah kiri dari ujung sampai pangkal tali sandal


6. Lakukan hal yang sama pada tali kanan sebelah kanan


7. Selesai sih ini. Hanya sesederhana ini aja :D


8. Cara pakainya tinggal dililit di kaki macam Xena  Warior Princess. Tau Xena kan? Nah ketauan umurnya deh tuh :p




Sekian dulu ya mama-mama, kakak-kakak, adek-adekku semuanya. Sekarang aku mau pulang dulu ke rumah, mau persiapan untuk workshop @latihanpegangkuas besok :* Sampai jumpa di tutorial berikutnya :)

Tuesday, November 21, 2017

Tips memilih goody bags

Sebagai penjual goody bags, aku juga mau share beberapa tips untuk memilih goody bags. Apa sih yang harus dipertimbangkan dalam memilih goody bags. Kadang ada yang persiapannya dadakan banget sehingga semuanya jadi random banget, ngga diatur dan malah jadi acak-acakan. Padahal sayang juga kan udah ngeluarin budget ulang tahun anak yang ngga sedikit jumlahnya, tapi hasilnya ngga maksimal. Kan boleh juga dong bikin pesta yang seru sehingga mulai dari yang ulang tahun, orang tua, keluarga sampai yang datang semuanya happy.

Ini sedikit tipsnya:

1. Sesuaikan dengan tema pesta ulang tahun
Source: Collected Blog

Source: http://karaspartyideas.com

Ada banyak banget tema ulang tahun anak seperti tema princess, superhero, disney, jungle, fruit, dll. Biasanya tema ini dipilih sesuai dengan kesukaan anak yang berulang tahun. Tetapi jika si anak masih terlalu kecil dan belum punya idola, biasanya sih orang tua yang memilih temanya. Simpelnya sih kalau tema princess, ya buat goody bagnya yang berbau princess juga, dan sebagainya. 
Source: Pretty My Party

2. Bermanfaat
Pilihlah goody bag yang sekiranya bisa digunakan kembali sekaligus disukai anak-anak. Ngga mau dong kalau goody bag kita cuma berakhir di tumpukan barang aja? Jadi usahakan apa yang kita berikan bisa menjadi manfaat. Misalkan dapat dipakai kembali sebagai wadah untuk tempat makan, atau wadah untuk alat gambar anak-anak bahkan wadah cookies/candy.
Source: pinterest

Source: pinterest
Source: pinterest

3. Pilih snack yang sehat
Ngga semua mama memilih goody bag berbentuk banrang, bisa jadi pilihannya adalah snack/makanan. Ini pun ngga papa, ngga menjadi masalah kok. Tapi yang perlu diperhatikan adalah pemilihan jenis makanannya. Pastikan menunya sehat, sebisa mungkin hindari makanan ringan yang tidak sehat dan bisa menimbulkan penyakit bagi anak-anak seperti ..... (isi sendiri ya.. udah tau kan hihihi.. mau nyebut merk kok ngga enak :D LOL!). Kalau mama-mama punya waktu lebih, sangat bagus tuh untuk membuat sendiri makanannya. Lebih sehat pastinya :)))
Source: pinterest

Source: pinterest

Source: pinterest

4. Sesuaikan dengan budget
Dalam mempersiapkan pesta ulang tahun, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Bukan hanya sekedar goody bag saja. Ada budget untuk kue ulang tahun, makanan saat pesta, dekorasi ulang tahun, undangan ulang tahun, sampai ke MC dll kalau pestanya besar. Semua itu harus diperhitungkan. Misalkan: terlalu jor-jor-an menghabiskan budget untuk goody bag, tapi makanan saat pesta jadi seadanya, jadi ngga balance. Oia, sesuaikan juga dengan keuangan di rumah. Menurutku ngga perlu lah sampai memaksakan diri untuk pesta yang mewah sementara kondisi kita sedang tidak mendukung. Jadi ya jalan 1-1nya adalah memikirkan yang matang soal berapa budget yang akan dikeluarkan untuk pesta ini. Nah budget tersebut lalu dipilah menurut kebutuhan masing-masing. Jadilah smart mama!

Sekian tipsnya, semoga membantu mama-mama untuk memilih goody bag. Kalau ada yang punya tips tambahan, bisa komen di bawah sini. Selamat ngitung-ngitung, selamat mempersiapkan ulang tahun si kecil ya :)

Wednesday, November 15, 2017

#myDIYstories Volume 25 : Beads Keychain


Gantungan kunci adalah benda printilan yang biasanya selalu kita punya, at least 1. Tapi seringkali kita hanya beli saja tanpa pernah kepikiran untuk membuatnya. Padahal sebenernya gampang loh untuk membuat gantungan kunci yang bagus. Bahan-bahannya juga gampang ditemukan. Kali ini aku mengajak sahabatku, Susyana Golam dari @susyana_heartbeads, untuk membuat gantungan kunci. Kebetulan Susy memiliki usaha printilan lucu nan gemas yang juga memakai bahan beads/manik.


Kebetulan sekali Susy rumahnya juga di sekitaran BSD jadinya kami dengan mudah mengatur waktu dan tempat untuk melakukan sesi pemotretan. Begitu Susy aku kabari soal DIY project ini, Susy langsung tertarik. Bahkan di saat kehamilannya sudah memasuki usia 8 bulan, Susy dengan semangat datang dan menjelaskan proses pembuatan keychain ini hanya untuk kalian semua! :) Thanks a lot Susy :* Aku sudah wanti-wanti Susy untuk menggunakan bahan yang memang ada di sekitaran kita supaya kalian juga mudah untuk mengikutinya. 

Alat dan bahan:

  • Beads / manik yang ada lubang di bagian tengah
  • Gantungan kunci besi
  • Ring besi 8 mm
  • Benang sulam berbagai warna
  • Jarum
  • Gunting


Langkah:

1. Siapkan alat dan bahan
Kalian gunakan bahan yang mudah kalian dapatkan. Untuk beads bisa menggunakan beads dari bahan apapun misalkan plastik, batu, biji-bijian, logam, kayu, dsb.

2. Ukur dan gunting benang sulam dengan panjang kurang lebih 30 cm


3. Lipat benang menjadi 2 

4. Simpulkan benang di gantungan kunci

5. Masukkan kedua ujung benang ke lubang jarum lalu simpulkan

6. Masukkan beads melalui jarum

7. Sambungkan benang ke ring besi lalu simpulkan
Susy memakai ring besi dengan ukuran 8 mm, tetapi jika kalian memiliki ukuran yang lain tidak masalah.

8. Gunting benang sulam kurang lebih 10 cm dengan jumlah kurang lebih 5 potong per warna (Susy memakai 3 warna)

9. Buka ring besi

10. Lipat potongan benang menjadi 2 lalu masukkan ke dalam ring besi dan tutup kembali ring besinya

11. Ambil 1 benang lalu ikatan mengeliling di ujung dekat ring

12. Rapikan ujung benang dengan gunting

Taraaaaaa selesai deh! Gampang kan? 

Selain menjadi gantungan kunci, juga dapat digunakan sebagai gantungan tas :) Kalau kalian sudah berhasil membuatnya, share dong di instagram kalian lalu tag ke @idekuhandmade dan sertakan juga hashtag #myDIYstories . Selamat mencoba :)


Wednesday, November 8, 2017

Genks, Tempat Cantik Nambah Lagi!



Bukan, bukan.. 
aku bukan food blogger atau apalah itu. 

Jadi ceritanya kemarin hari Selasa 7 November 2017, aku ada kerjaan di sekitar Tendean. Mengingat sangat butuh usaha extra buat penduduk lokal Tangerang macam aku untuk pergi ke Jakarta (apalagi di sekitar Tendean!) maka siang setelah semuanya kelar, aku putuskan untuk memberi reward untuk diriku sendiri dengan pergi ke #cottoninkcafe. Pas dilihat di google maps, ternyata hanya 15 menit dari Tendean. Yihha!

Sampai disana bertemu dengan Acha Sinaga (ngga perlu dijelasin lagi ya dia siapa, karena pasti udah pada tau). Acha bersama dengan Indah. Ternyata Acha lagi BT karena #cottoninkcafe itu lagi ada syuting. Jadilah gagal untuk ngopi disana (baca: untuk foto lol). Aku akhirnya tetap masuk ke dalam, aku pikir aku bisa sekedar melihat baju-baju di Cottonink. 

Ngga lama ternyata syuting sudah selesai. Setelah membeli atasan dan jeans (yeayyy aku udah bisa pakai jeans lagiiiii), lalu aku ke atas. Aku kabarin Acha dan Indah juga untuk segera datang lagi. Sebelum Acha datang, aku hanya bersama 1 tamu lainnya yang sedang asik membaca majalah. Ngga usah  disuruh, langsung dong aku keluarkan kameraku. Aku foto hampir seluruh ruangan. Karena tempatnya kecil, ngga susah untuk memfoto tiap sisi cantiknya.  Astagaaaa... aku pengen punya tempat kaya giniiii..



Ya kan ya kan.. semuanya gemesss banget ngga sih. Udah lama aku ngerasa kalo pink itu norak. Tapi kenapa disini perpaduan tembok pink dan tanaman hijaunya bagusss banget ya. Ok, buat inspirasi di workshop!

Karena namanya adalah #cottoninkcafe ya tentu ini adalah adeknya Cottonink. Cuma yang membuatkan kopi dllnya adalah District 7. Selain kopi, aku juga memesan minuman cantik nan gemas nan instagramable yaitu Pink Punch. Entah kenapa aku lebih senang menyebutnya Pink Unch hahahaha. Isinya seger-seger gitu. Dan terdapat campuran buah sirsaknya. Segerrr kalau diminum siang hari yang terik.


Packaging cupnya aja gemesss banget. Crayyyyy. 
Di sana kursi-kursinya beda semua loh. Ala-ala kursi rotan yang lagi naik daun sekarang. Aku aja pengen gitu 1 buat di workshop. Tapi bingung mau ditaro dimana lagi. Hahaha.. pokoknya mata capek deh karena pengen liat ina ini itu. Semuanya serba cute.


Oia disana juga ada semacam mini display untuk jualan loh. Ada Kandura dan Chic and Darling. Dua-duanya favorit! Dua-duanya produk lokal kebanggaan!

 

Lengkap sudah kegemesan di #cottonikcafe. DIE.
Ya ya ya, aku segitu ngebetnya pengen foto dengan background si pinky ini. Sampai ngga sabar untuk menunggu Acha datang untuk minta difoto hahaha.. Aku minta bantuan mas barista untuk memfoto. Seperti mas itu juga sudah hapal bener sama kelakuan tiap yang datang ke tempat ini. Lumayan bagus lah hasil fotonya. Makasih mas! :)

Backgroundnya kece, cuma modelnya doang yg STANDART! :p

Ngga lama, si Acha dan Indah dateng. Langsung dong pesen makanan. Nama makanannya lucu amat, nasi kruci ayam dan nasi krucil ikan. Tapi sayang ngga sempat difoto karena buibuk ini sepertinya udah kelaperan banget hahahaha.

Dateng-dateng langsung mesen shayyyy :D

Sambil ngobrol ngalor ngidul bertiga, tibalah Acha minta difoto sama Indah. Heran banget deh, tiap gerakannya jadi gitu pose yang bagus. Aku mah boro-boro. Hanyalah hempasan debu di sebelah dia :'D Mau diarahin gaya apa, hasilnya malah kaku. Ngga lama kemudian datanglah mama kece Puche. Yawlaahh, anak 2 kenapa begini amat yaaa.. Cakepnya amit-amittt.. Sama lah tuh sama Acha & Indah. Aku hanya penonton aja *crayyy benerannn. Puche datang bersama anak keduanya, Anaia, Gemess genduudd pipinya minta digigitttttt.

Serius ini cakepnya ga pake effort pemirsa.          
Sebenarnya ada foto kami ber-4, tapi fotonya masih di kamera Acha. Sekian main-main di tempat lucu ini. Aku harus pulang duluan sebelum sore karena masih ada pekerjaan lagi di workshop BSD. Babayy semuanyaaaa. Sampai bertemu di lain waktu :*